“Mau kemana Rip?” tanya penjaga WC yang kutaksir umurnya sekitar 23-an pada laki-laki yang bersamaku. Jadi aku berjalan cepat-cepat, melewati gedung yang tak terpakai dan lewat di bagian belakang gubuk-gubuk di pinggiran terminal. Bokep Live Tanpa sungkan Arip tetap menghajar lubangku sementara temannya datang mendekat, bahkan dia sekarang sudah duduk di samping kami.“Baru pulang, capek gue” katanya sambil menatapku lalu menatap kontol Arip yang keluar masuk lubangku. Penampilannya biasa aja, seperti kebanyakan anak muda yang suka ada di terminal. “Ngapain Bang?”
“Biasalah, sudah lama kontolku ini nganggur,” ujarnya sambil tersenyum.Aku juga tersenyum dan sekali lagi melirik ke arah lelaki yang tadi masih handukan, ia masih handukan dan kulihat kontolnya sedikit menegang, aku rasa ia pasti mendengar apa yang kami bicarakan karena ruangan itu tidak terlalu




















