Dan seperti kehilangan kontrol akupun membalas menjilati kuping. Bokeb Jantungku berdebar tak karuan, aku berontak tapi dia tetap tidak melepaskan pelukannya.“cukup Randi, kamu jangan kurang ajar gini dong”, gerutuku masih dalam peluknya. Tahu bahwa ada pembantuku di dapur dia berani mencoba melakukan macam ini padaku. Dan kuakui dia anak yang tampan. “Iya ibu cantik sekali, pak Guruh beruntung punya istri kayak ibu yang cantik dan pinter”, katanya kembali memujiku.“Terimakasih atas pujiannya, tapi aku sudah berusia 35 tahun jadi dibandingkan dengan perempuan yang seusia kamu pasti lebih cantik, apa lagi aku bersuami dan punya anak lagi”, jawabku sambil menyakinkan kalau aku bersuami.“Tapi ibu tetep cantik kok, walaupun punya anak”, dia kembali memujiku. “Oh… Anak–anak lagi sekolah, bapak dikantor, jadi dirumah cuma aku dan pembantuku,




















