Aku benarbenar iba dengan keadaannya. Bokep Arab Ratih kembali mengencangkan jepitan kakinya di pinggangku. Tangannya dilipat di atas dada.Untuk pertama kali, aku melihat wajahnya yang memang ternyata sangat cantik. Aku melihat seorang wanita yang dipukuli oleh tiga orang lakilaki. tanyanya. Sambil juga memperhatikan jalan yang kami lalui, aku perhatikan apakah ada hotel atau penginapan yang dapat kami tinggali untuk malam ini. Lebih baik pake kemejaku, sayang. Hatihati dengan pisaunya. tanyaku lagi. Aku bentangkan matras karet yang aku bawa, sambil tiduran aku gunakan tas ranselku untuk sandaran kepala.Aku bukan terganggu oleh kotornya lantai ruangan tunggu di terminal itu tapi suara nyamuk yang seakanakan mengejekku yang tidur di lantai terminal yang kotor ini, sungguh menjengkelkan. Lalu lidahku bergerak terus ke arah lipatan pahanya.




















