Suasana yang hiruk-pikuk di sana bukan merupakan gangguan pada penatnya tubuhku yang bukan main, sehabis dicabik-cabik seharian oleh monster-monster kapitalis lapar itu.Memang sebagian orang menyangka hidupku enak, mungkin bukan sebagian, hampir setiap orang yang mengenalku lebih dari seminggu berpendapat demikian.Star TV di pojokan bar menampilkan balap sepeda yang tidak berujung pangkal. dengan dada berukuran 34B. Film Porno “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. Matahari pagi begitu terik. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul 2 lewat. Selama pacaran dengannya, ia sama sekali tidak tahu kalau aku suka minum.“Sejak kapan kamu minum Rick?”
Aku tidak menjawab. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Gosh, these girls are so easy. Sampai pagi. Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin




















