“Yah larinya kok kesitu lagi,” kataku. “Hmm..” tanpa kata, tapi aku dapat menangkap maksudnya, pasti bukan penolakan. Bokep Montok Sudah capek dengan gerakan cepat naik-turun. Akibat dampak krisis yang berkepanjangan, menyebabkan aku dipecat dari perusahaan. Aku punya istri, namanya Ida. Kucoba yang ke tiga, akhirnya masuk, tetapi belum masuk semua hanya bagian kepalanya saja karena agak sempit. Bodo ah, biarin tetangga denger, kadang seperti orang kepedesan (sshuah – shuah, padahal nggak ada cabenya), kadang seperti orang merintih kesakitan. Dia bekerja di perusahaan swasta sebagai staf pemasaran. Kubersihkan dengan CD hitamnya, dan aku ke belakang untuk mencuci “rudalku”. oh.. “Makan tuh cinta,” katanya. Dengan tidak kehilangan akal aku berusaha melepas anak kunci di dalam kamar dengan menusuk dari luar dengan obeng, agar jatuh ke koran




















