Aku tetap sabar menjalankan tugasku sebagai ibu rumah tangga sebaik- baiknya.Sebenarnya setiap hari bisa saja Rikky pulang sore hari. Aku cari uang dan kamu yang mengurus rumah. Bokep China Tetapi dengan pandangan nakal dia tersenyum,“Lebih baik saya menunggu saja Mbak, itung-itung menemani Mbak.” Aku agak risih mendengar ucapannya itu, lebih-lebih ketika melihat tatapan liar matanya yang seakan-akan ingin menelanjangi diriku.“Rikky tidak pernah cerita kepada saya, kalau ia memiliki istri yang begitu cantiknya. Aku tahu dia akan meminta ‘jatahnya’ malam ini. Tetapi belakangan ini dia selalu pulang terlambat. Aku makin tidak enak hati mendengar ucapan rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aku mencoba menahan diri, karena Rikky berutang uang kepadanya.Dalam hati aku berdoa agar Rikky cepat pulang ke rumah, sehingga aku tidak perlu berlama-lama mengenalnya.




















