Ah, Chie. Vidio Bokep Jay, kenapa dia bisa setenang itu, kenapa seakan ia tidak mau melihat apa yang sedang terjadi?“Ray, aku sayang kamu,” Chie memelukku dengan kedua lengannya. “Chie..” desahku. “Hei! Aku tahu ia masih perawan. “Ray…” kudengar gadis itu meratap terisak dalam dekapanku. Seandainya hal ini benar, mungkin pelabuhanmu sudah dekat di depan mata.Sementara aku pun akan tetap tenggelam dalam tarian jemariku di atas tuts-tuts mesin tik tua kesayanganku, dan gadis-gadisku tentu saja. Chie melambaikan tangannya dari atas balkon. Kulepaskan kerah bajunya. Jay, kembaranku. Chie. Ah, memang teman lebih berharga daripada pacar. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang. Hei!” Jay berteriak gaduh. Akhirnya kami bersepakat untuk mengabaikan Chie yang kemudian mengamuk dan memutuskan untuk mengikrarkan tali persahabatan antara kami




















