Pandanganku beradu dengan pandangan Ananda yang sedang serius menatapku dari mejanya, ketika di awal lagu sambil tersenyum aku memandangnya lembut. Bokep Sub Indo Tak mengherankan jika, kalau Ananda mendapatkan kasih sayang secara penuh baik dari papanya dan juga Mamanya. Seketika pandangan Ananda bersama kedua orang tuanya tertuju ke panggung. “Baiklah kalau menurut kamu begitu” jawab Ananda kemudian. Dengan santai aku duduk sambil menikmati segelas coklat hangat dan sepotong pancake nanas kesukaanku. “Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. Dengan mantap, kembali aku menyampaikan pesan khusus. “Baiklah, asal nanti pulangnya Adietya yang nganterin!” tegas papanya. Suasana cafe malam itu sangat special buat diriku, karena kedatangan orang yang sering




















