Tetapi eh.., diamdiam iamencuri pandang ke arah juniorku. Kring..! Bokep Ojol pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depanberdering. Akuterpejam menahan air mani yang sudah di ujung.Bergantian Wien kini telentang.Pijit saya Mas..! Ia tersenyum melihatku.Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan, katanya.Ia mencaricari. Lalu ngomong apa? Payudaraitu dari jarak yang cukup dekat jelas membayang.Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Kadangkadangketimun. Ah sialan. katanya manja lalu melepaskansergapanku.Masih sepi ini..! Angin menerobos dari jendela.Masih ada waktu bebas dua jam. Keringatnyameleleh seperti yang kulihat sekarang. Jagain sebentarya..!Ya itulah kabar gembira, karena Wien lalu mengangguk.Setelah mengunci salon, Wien kembali ke tempatku. Akumengikutinya. Sial. Apakah perlu menhitungkancing. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum.




















