Kemudian kupisahkan kedua pahanya yang putih,besar dan empuk itu. Praktis acara pada saat itu hanya jalan-jalan ke Mall dan makan di ‘food court’.Di tengah rasa bete itu aku coba menghibur diri dengan mencuri-curi pandang pada Mbak Viona, baik pada saat makan ataupun jalan. Bokep Family Hal itu terjadi beberapa kali, sampai akhirnya aku berhasil mengangkat kepalanya dan melepas rudalku dari mulutnya.Kuangkat kepala Mbak Viona, sementara matanya terpejam. Digerakkannya kepalanya naik turun pelahan-lahan, berkali-kali. Terdengar desahan Mbak Viona, sebelum dia memutar badan menghadapku. “Adik-nya jurusan roman-romanan, Mbak-nya jurusan … “ Aku tidak melanjutkan kata-kataku, tangan Mbak Viona sudah lebih dulu memencet hidungku. Rupanya aturan orang tua Sarah yang ketat itu, bakalan membuat hubunganku dengan Sarah jadi sekedar roman-romanan saja.




















