Beberapa orang melihat ke arahku, aku sadar dan jadi salah tingkah. Bokep Arab gimana? Aku mulai terseret kembali ke tengah lautan kenikmatan. Sedangkan setiap malam aku berharap bersamanya kelak. ya saya jawab seadanya, teman baru kenal di stasiun
koq gitu sih, yang? Tangannya terus membelai tengkukku sambil sesekali mengusap pipiku. Salah satu diantaranya adalah seorang pemuda yang lumayan em cute. Tapi saya tinggal di Asrama. Sesekali dia menanyaku. Bahkan terkadang beliau pulang maghrib dan melupakan shalat ashar. Pertanyaannya semakin kacau dan mengundang curiga.Seorang bapak duduk di antara kami. YA! Tapi saya tinggal di Asrama. Tapi bisakah itu disebut sayang? Tapi kalo sebagaio . Door! tanyanya semakin kacau. Di stasiun itu ada kereta lain yang akan menuju Surabaya.




















