Dijalan aku terus bertanya-tanya, kenapa Hendra tidak mengenali aku sama sekali. Dia semakin membuat aku terbawa suasana di jaman kita masih sekolah. Bokep Korea Dia menjilati selakanganku hingga aku mendesah keras, “aaaahhhhhh…aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…..aahh lagi…aaahh……” Aku terus memintanya agar terus memainkan aku. Aku terus berusaha bekerja dengan giat agar aku memiliki sedikit tabungan untuk anakku kelak. Pulang sekolah anakku selalu pulang ke tempat aku kerja menemaniku hingga sore hari. Padahal laundry itu sangat ramai keluar masuk cucian dan hanya 3 saja pegawainya. Aku dianggap sebagai pembantunya mungkin dia tidak tahu kalau aku karyawan di laundry milik istrinya. – Aku bergegas meneruskan pekerjaanku setrika banyak sekali. Aku hanya terdiam dan menundukkan kepala dihadapannya. Tiba-tiba Hendra mendekati aku, dia duduk persis disampingku. Aku pun menginap di rumah bu




















