A…A…Akkk…” aku mulai menyodorkan sendok yang sudah berisi nasi goreng lalu memintanya membuka mulut seperti layaknya seorang Ibu yang mau menyuapi anaknya makan.“Nyam… Nyam… Nyam…”“Dasar manja, sudah gede juga masih aja disuapin.” ocehku.“Biarin… Abisnya kamu jahat, aku dibikin nangis. Que sera, sera whatever will be, will be (apapun yang kan terjadi, terjadilah).”“Bismillah…” doaku saat membuka pintu kamar mandi.Ceklek! Bokep Montok Sekarang kalian tahu dengan sendirinya ‘kan, betapa sangat menyeramkannya seorang Anita Kusumaningsih. Bahkan kali ini ia lebih menyeramkan dari mak lampir.CIIAAT!!PLETAK!!BAAG!!BUUG!!BAAK!!KO!! Aku menata rambut agar terlihat lebih keren dan tidak lupa memakai kaca mata hitam agar ketampanan dan kegantenganku meningkat menjadi 1000%.“Astaga, aku ganteng dan keren banget.




















