Kali ini aku justru pulang menjelang subuh.Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Film Porno Aku terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dada. Dia menyebut namanya Salsa.Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. Bahkan aku mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Bagaimanapun aku sudah merenggut kegadisannya. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang. Bahkan kini aku sudah berani mencium pipinya. Dia menyebut namanya Salsa.Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.Entah kenapa, tiba-tiba aku punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai larut malam begini.




















