Pratiwi berkata, “Untung ada si Ray datang di saat yang tepat. Bokeb Dini yang melihat Pratiwi pun sama kagetnya. Tidak ada api besar, tidak ada asap, hanya bau aneh yang keluar dari gumpalan daun tersebut yang terbakar menjadi sekam. Tak lama kemudian tubuhnya tergeletak lunglai tak bertenaga. Pratiwi merasa malu sekali tubuhnya diperiksa oleh pak tua tersebut. Membersihkan sisa-sisa pak tua di tubuh mereka. Buah dadanya yang montok tersembul ke luar permukaan kolam. Wajah cantik Dini diperhatikan dengan benar-benar. Pak tua tak puas, dia berpindah mengulum bibir Pratiwi. Tinggal Ray, teman pria mereka, dan tukang perahu yang terkejut melihat pemandangan indah tersebut.




















